Heboh Kabar Kematian Siswa SMAN 2 Kudus Berkaitan dengan Keracunan MBG, SPPG: Itu Hoaks

Kudus, Patitimes.com – Heboh kabar kematian satu siswa SMA Negeri 2 Kudus berkaitan dengan menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah. Informasi tersebut langsung dibantah oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pihak SPPG Purwosari, Kabupaten Kudus, mengatakan bahwa kabar yang beredar luas tersebut tidak benar atau hoaks. Ia menegaskan bahwa kematian Rizza Meiliana Azzahara menderita kanker nasofaring dan telah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

“Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswa SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks,” kata Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, Selasa (3/1/2026), dikutip Tempo.

Baca Juga :  SMP di Rembang Tolak Menu MBG Diduga Hampir Basi, Ratusan Porsi Dikembalikan ke SPPG

“(Rizza Meiliana Azzahara) sakit kanker nasofaring sejak kelas 8,” lanjutnya.

Diketahui, yang bersangkutan memang masih tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, namun hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah pada November 2025. Setelahnya, Rizza fokus pada proses pengobatan penyakitnya.

Ia juga tidak termasuk ke dalam penerima menu MBG karena sejak Januari 2026 belum pernah kembali ke sekolah.

“Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang,” ujarnya.

“Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi keracunan makanan massal di SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1/2026). Insiden tersebut diduga akibat menu makan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Seluruh SPPG di Pati Wajib Punya Sertifikasi Sebelum Akhir Oktober

“Diduga keracunan MBG, korban masih observasi di sekolahan ada yang di RSUD ada yang di Sarkis, RSI, ambulans, juga sudah standby di sekolahan,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, Kamis (29/1/2026), dikutip Detik.

Tercatat hingga saat ini, ratusan siswa mengaku sempat mengeluh beberapa gejala seperti mual, muntah, dan diare. Dari seratus lebih siswa yang dirujuk ke rumah sakit pada hari itu, sebanyak47 siswa harus menjalani rawat inap. (*)