Mitrapost.com – Seorang siswa SMP di Kota Pekalongan, inisial F (15), diduga dikeroyok oleh sekelompok orang sesama pelajar hingga mengalami koma. Aksi kekerasan tersebut diduga dipicu lantaran persoalan asmara.
Insiden itu terjadi pada Kamis (13/9/2026) saat jam istirahat pada pukul 09.30 WIB di lingkungan sekolah. Korban datang ke kamar mandi setelah mendapatkan pesan WhatsApp dari para pelaku. Sesampainya di sana, ada tiga orang yang menemui korban.
Awalnya, korban datang untuk meminta penjelasan terkait pesan tersebut. Namun, antara korban dan ketiga pelaku terjadi perselisihan hingga terjadi kekerasan fisik. Menurut penyelidikan sementara, aksi tersebut dipicu karena masalah mantan.
“Jadi intinya, ada hubungan yang terganggu oleh mantannya. Kemudian si mantan ini diingatkan oleh korban agar tidak mengganggu ceweknya,” terang Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Tri Handayani, dikutip Detik.
“Mantannya kemudian melaporkan ke kakak kelasnya, yang sama-sama kelas 9 dengan korbannya, karena terancam hingga tidak sekolah,” kata dia lagi.
Para pelaku yang diduga terlibat pengeroyokan, di antaranya A dari kelas 9 B, serta G dan F dari kelas 9 F. Setelah terjadi pengeroyokan tersebut, korban sempat mengikuti jam pelajaran hingga pulang sekolah. Namun, setelah di rumah, ia mengeluh sakit.
“Kejadiannya usai olahraga saat istirahat. Tapi, setelah kejadian korban ini masih mengikuti pelajaran hingga pulang sekolah, terus sakit,” jelas Tri Handayani.
F sempat mengalami penurunan kesadaran hingga koma akibat benturan keras di kepala saat dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapatkan penanganan medis intensif, saat ini kondisi korban sudah berangsur membaik.
Sementara itu, Perwakilan SMPN 6 Kota Pekalongan Qurratiani melanjutkan bahwa salah satu pelaku diketahui jago taekwondo. Saat ini, pihak sekolah sudah memanggil orang tua ataupun keluarga dari para siswa yang terlibat dalam kasus.
“Ya kebetulan anak itu (pelaku) punya prestasi memang di bidang beladiri,” ungkapnya. (*)
Redaksi Patitimes.com
















