Demak, Patitimes.com – Heboh cuplikan video yang menampilkan sejumlah penari perempuan mengenakan pakaian terbuka di acara Perayaan Tahun Baru Hijriah di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, beberapa waktu lalu.
Para anggota grup drumband terlihat mengenakan kemeja putih dan rok mini sambil berjoget. Pertunjukan yang ditampilkan sempat menjadi sorotan warganet karena dianggap tidak sejalan dengan identitas, nilai, serta karakter lembaga pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, membenarkan adanya acara perayaan Tahun Baru Hijriah yang digelar di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa (16/6/2026).
“Itu acara menyambut tahun baru Hijriah. Nggih. Itu kan itu kalau sesuai di judulnya kan itu acara yang ke-16,” kata Kodir, Selasa (23/6/2026), dikutip Detik.
Ia menjelaskan, pihak sekolah biasanya mengundang grup drumband kalangan pelajar. Namun, tahun ini kuota pesertanya tidak terpenuhi, sehingga pihaknya membuka kesempatan bagi grup drumband umum dari masyarakat.
“Untuk drumband remaja itu cenderung istilahnya kayak mati suri ya, maksudnya kegiatan itu seperti biasanya kita memberikan alokasi untuk kegiatan tersebut itu ya ada porsi untuk pelajar, ada porsi untuk umum,” ujar Kodir.
“Kebetulan untuk yang porsi pelajar itu tidak terpenuhi karena banyak grup drumband yang yang vakum, sehingga porsi itu ya akhirnya diberikan kepada yang umum,” tambahnya.
Menurutnya, dari 26 grup drumband, mayoritas dari kalangan umum. Ia juga mengatakan bahwa penampilan yang terekam video dan beredar di media sosial bukan oleh peserta didik dari lembaga pendidikannya.
“(Tahun) Ini jumlahnya ada 26 grup, yang pelajar itu hanya ada tiga, satu dari MTs NU, dua dari TK, sisanya itu umum,” terangnya.
“Yang viral itu bukan drumband pelajar, baik itu itu bukan pelajar dari MTs NU maupun pelajar dari luar, tapi itu notabene adalah tampilan dari drumband umum,” imbuh dia.
Sebelum acara digelar, pihak sekolah telah melakukan technical meeting dan mengimbau seluruh penampil tetap menjaga etika. Meski demikian, pihaknya turut meminta maaf kepada publik atas penampilan yang tidak terduga dan akan melakukan evaluasi.
“Kita di awal ya sudah menyampaikan di pembukaan termasuk di technical meeting untuk bisa tampil dengan menjaga etika, untuk menjaga kondusivitas, untuk menjaga ketertiban. Nah, ternyata dalam tampilan ada yang seperti itu, kita ya istilahnya tidak menduga,” ungkap Kodir.
“Karena itu sudah telanjur viral dan mungkin menjadi ramai, kita mohon maaf atas kegaduhan ini dan akan menjadi introspeksi bagi kita untuk di event-event selanjutnya,” lanjut dia.
Menurutnya, acara Gebyar Muharram tidak hanya diisi dengan drumband, tetapi juga kegiatan lain seperti mujahadah hingga pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi. (*)
Redaksi Patitimes.com

















