Semarang, Patitimes.com – Kota Semarang menjadi salah satu simpul penting arus mudik di Pulau Jawa. Oleh karena itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan seluruh sistem pelayanan publik berjalan optimal selama periode Lebaran nanti.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, hingga pemangku kepentingan strategis seperti Bank Indonesia, Pertamina, PT. KAI, Pelindo, BMKG, Bulog, dan berbagai lembaga terkait juga telah duduk bersama untuk membahas berbagai kesiapan menghadapi mudik dan Lebaran.
“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idulfitri,” terang Agustina.
Puncak arus mudik sendiri diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–20 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Sejumlah antisipasi telah disiapkan Pemkot Semarang bersama Forkopimda diantaranya memastikan kelancaran lalu lintas, kesiapan fasilitas transportasi, hingga penguatan layanan kesehatan dan penanggulangan bencana.
Sejumlah titik potensi kemacetan di Semarnag juga telah dipetakan, di antaranya Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, serta Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan selama arus mudik. (Adv)
Redaksi Patitimes.com
















