Kebakaran Hotel di Kawasan Simpang Lima karena Percikan Api dari Mesin Boiler

Semarang, Patitimes.com – Kebakaran terjadi di sebuah hotel kawasan Simpang Lima, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Peristiwa tersebut terjadi di Grand Arkenso Park View Hotel pada Minggu (1/3/2026) malam sekitar 23.30 WIB. Menurut informasi dari petugas pemadam kebakaran (Damkar), sumber api berasal dari ruang mesin boiler.

“Nggih benar. Terjadi kebakaran mesin boiler pukul 23.30 WIB di Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Karangkidul,” kata Kasi Ops Damkar Kota Semarang, Agus Sulistiyono, dikutip Detik.

Ia menjelaskan, kebakaran pertama diketahui oleh seorang pegawai yang melihat mesin pemanas mengalami overheat hingga memercikkan api. Saksi tersebut kemudian lansung menghubungi petugas Damkar Kota Semarang.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Dosen Untag: AKBP B Dikenai Pasal Kelalaian Menyebabkan Kematian

“Kronologinya ada saksi yang melihat mesin boiler overheat dan mengeluarkan api, kemudian menghubungi Damkar,” terangnya.

Tim Damkar tiba di lokasi sekitar sepuluh menit setelah menerima laporan. Sebanyak 31 petugas diterjunkan ke tempat kejadian untuk melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (2/3/2026) dini hari sekitar jam 01.20 WIB.

Akibat kejadian tersebut area seluas 5×5 meter terbakar menghanguskan satu unit mesin boiler. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian hotel mencapai kurang lebih Rp1 miliar.

“Untungnya tidak ada kendala, kalau kerugian materi dalam kejadian tersebut ada satu unit mesin boiler kira-kira kerugian kurang lebih Rp 1 miliar, tidak ada korban selain itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Bakal Pastikan Keandalan Data Penerima Dana Operasional RT

Menurut keterangan pihak hotel, saksi sempat melakukan pemadaman mandiri menggunakan APAR di lantai 11 dan 12 sebelum kedatangan Damkar. Selain itu, pegawai lainnya juga ikut membantu memadamkan api menggunakan hydrant.

“Api padam pakai hydrant. Terus damkar datang untuk melakukan pendinginan, karena mereka yang paham titik-titik mana yang masih berpotensi kembali memunculkan bara api,” terang General Manager Setya Teguh Yuwana.

Lebih lanjut, pihak hotel langsung melakukan evakuasi terhadap tamu dan pengunjung melalui tangga darurat.

“Masing-masing pegawai membawa daftar room list, mereka mengarahkan tamu keluar melalui tangga darurat. Ditangani sendiri oleh petugas. Yang menangani tadi dua security, FO, engineering, kebetulan ada yang ganti shift akhirnya kami tarik untuk diperbantukan,” paparnya. (*)