Perang Sarung Maut di Grobogan: Kematian Korban Sempat Direkayasa Jadi Kecelakaan

Grobogan, Patitimes.com – Sejumlah remaja, yang terlibat perang sarung maut di Grobogan baru-baru ini, diduga sempat merekayasa kematian korban ZAR (16). Menurut pihak keluarga korban, mereka mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal.

“Tujuh orang ini (yang diduga pelaku) waktu ngasih informasi ini istilahnya itu berbohong gitu. Awalnya itu katanya kecelakaan jatuh dari motor. Terus motornya itu dinyalain, korban di sampingnya,” kata Muhnadi, kakek korban, Kamis (26/2/2026), dikutip Detik.

“Jadi dikira entar ada orang-orang lewat baru (mengatakan) itu ada orang kecelakaan gitu. Padahal yang ngerekayasa itu ya mereka-mereka tadi,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, KBO Sat Reskrim Polres Grobogan, Iptu Imam Siswanto membenarkan ada upaya menutup-nutupi kejadian itu menjadi peristiwa kecelakaan tunggal. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan, ternyata korban sempat terlibat perang sarung.

Baca Juga :  Warga Semarang Barat Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Area Tumpukan Sampah

“Infonya seperti itu (terduga pelaku sempat merekayasa bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan tunggal). Tapi setelah kami cek (adalah peristiwa) penganiayaan, tidak ada kecelakaan atau (pernyataan tersebut) bohong,” ujar Imam, Kamis (26/2/2026), dikutip Detik.

Setelah pihak keluarga melapor, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, serta pengumpulan alat bukti. Saat ini, sudah enam orang saksi yang diperiksa, meski dia tidak merinci identitas saksi.

Polisi juga menyita tujuh sarung yang diikat ujungnya. Imam memastikan bahwa di dalam sarung tersebut tidak ada benda keras, seperti batu.

Sudah 6 saksi yang diperiksa, tidak ada batu (di dalam sarung),” ujar Imam.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja di Grobogan, inisial ZAR (16), tewas setelah terlibat perang sarung di lapangan desa. Peristiwa itu terjadi di lapangan sepakbola Dusun Mrayun, RT 3 RW 1, Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Rabu (25/2/2026) malam.

Baca Juga :  Seorang Anggota Perguruan Silat Diduga Dikeroyok di Mranggen Demak Hingga Tewas

Kejadian berawal ketika korban bersama tiga temannya sepakat menantang kelompok untuk berkelahi. Saat terjadi perkelahian dengan sarung yang diikat ujungnya, korban lemas dan kehabisan napas hingga jatuh tersungkur.

Teman-temannya yang melihat kemudian membawa korban pulang ke rumah, lalu pihak keluarga membawa korban ke puskesmas. Nahas, nyawa korban tidak bisa terselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia. (*)