Petani Rembang Didorong Gunakan Drone untuk Olah Lahan

Rembang, Patitimes.com – Petani di Rembang didorong melakukan modernisasi dengan penggunaan teknologi drone untuk mengolah lahan. Teknologi ini bisa dioptimalkan untuk penyemprotan pestisida, pemupukan, hingga perawatan tanaman.

“Drone ini salah satu alat baru, untuk pemupukan bisa, untuk pestisida bisa, untuk perawatan tanaman juga bisa,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto.

Menurutnya, teknologi drone bisa menjadi alat baru untuk membantu meningkatkan produktivitas para petani. Termasuk dalam menekan biaya operasional, mempersingkat waktu, hingga menambah jumlah hasil produksi.

Lebih lanjut, penggunaan drone juga meningkatkan efektivitas dalam pengendalian hama, dibandingkan dengan secara manual. Ia menilai, embusan angin dari baling-baling bisa membuat cairan menyebar merata.

Baca Juga :  Pemkab Rembang Bakal Bangun Zona Integritas di 17 Puskesmas

“Kalau manual tentu lebih lama, dengan drone lebih cepat. Hama yang ada di bawah tanaman juga bisa terjangkau, karena ada hembusan angin dari baling-baling, sehingga cairan bisa menyebar merata,” jelasnya.

Alat ini juga didesain denga naman. Kekuatan semprotan dan ketinggian terbang dapat disesuaikan dengan umur serta kondisi tanaman, sehingga tidak merusak batang maupun perakaran.

Agus mengatakan, saat ini, pihaknya telah memiliki tujuh unit drone pertanian, yang siap dioperasikan. Armada tersebut akan melayani wilayah barat, tengah, hingga timur Kabupaten Rembang, sehingga jangkauan layanan lebih merata.

“Kita sudah punya tujuh unit. Nanti segera dioptimalkan untuk melayani area wilayah barat, timur, maupun tengah,” imbuh Agus.

Baca Juga :  Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Disalurkan ke Petani Gunungwungkal

Sebagai informasi, drone pertanian mulai digunakan di Dintanpan pada 2025. Para calon pilot drone harus  mengikuti pelatihan khusus. Sehingga, setelah dinyatakan lulus, mereka baru diperbolehkan mengoperasikan drone pertanian.

“Permintaan layanan drone cukup tinggi, terutama bagi petani yang mengelola lahan lebih dari satu hektare. Penyemprotan menggunakan drone sangat membantu, khususnya pada fase padi bunting tua,” tutur manajemen Unit Jasa Pelayanan (UPJA) Alsintan Kabupaten Rembang, Suheriyanto Andri Wahyudi.

Dia menyebutkan, tarif sewa drone saat ini sebesar Rp200 ribu per hektare. Namun, terdapat tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi, karena pengangkutan drone dan perlengkapannya menggunakan kendaraan, seperti Viar atau kendaraan roda tiga. (*)