Patitimes.com- Kuliner Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dalam pemeringkatan terbaru yang dirilis TasteAtlas, situs global rujukan kuliner dunia, Indonesia berhasil menembus peringkat ke-10 dari 100 negara dengan kuliner terbaik di dunia.
Capaian ini menegaskan bahwa kekayaan rasa dan keragaman masakan Nusantara memiliki daya saing global yang semakin diakui.
TasteAtlas dikenal sebagai platform yang menyajikan ulasan makanan tradisional dari berbagai negara secara objektif. Penilaian tersebut bukan sekadar opini sepihak, melainkan hasil dari 590.228 rating valid yang dikumpulkan untuk 18.912 jenis makanan di seluruh dunia.
Masuknya Indonesia ke jajaran 10 besar menempatkan negeri ini sejajar dengan negara-negara yang telah lama dikenal sebagai kiblat gastronomi dunia.
Indonesia Sejajar dengan Raksasa Kuliner Dunia
Dalam daftar 100 Best Cuisine in the World, Indonesia berada di posisi ke-10, tepat di bawah Prancis dan mengungguli banyak negara dengan reputasi kuliner kuat. Berikut daftar 10 besar kuliner terbaik dunia versi TasteAtlas:
- Italia
- Yunani
- Peru
- Portugal
- Spanyol
- Jepang
- Turki
- China
- Prancis
- Indonesia
Masuknya Indonesia dalam daftar elite ini menjadi bukti bahwa masakan berbasis rempah, teknik memasak tradisional, serta kekayaan budaya kuliner Nusantara mampu diterima lidah internasional. Cita rasa kompleks yang menggabungkan gurih, pedas, manis, dan asam menjadi karakter khas yang sulit ditandingi.
Jawara Asia Tenggara Tanpa Tanding
Tak hanya bersinar di level global, Indonesia juga tampil dominan di kawasan regional. TasteAtlas menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kuliner terbaik di Asia Tenggara, unggul jauh dari negara-negara tetangga.
Beberapa negara Asia Tenggara lain berada di posisi berikut:
- Vietnam (peringkat 16 dunia)
- Thailand (peringkat 24 dunia)
- Filipina (peringkat 25 dunia)
- Malaysia (peringkat 29 dunia)
Perbedaan peringkat yang cukup jauh ini mencerminkan kuatnya daya tarik kuliner Indonesia. Keragaman bumbu, penggunaan rempah asli, serta variasi masakan dari Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia unggul secara cita rasa maupun identitas.
Nasi Padang dan Sate Kambing Jadi Ikon Dunia
Selain memeringkat negara, TasteAtlas juga merilis rekomendasi kuliner dalam kategori “makanan yang wajib dicoba”. Untuk Indonesia, sejumlah hidangan legendaris masuk dalam daftar tersebut, di antaranya:
- Nasi Padang
- Bawang Goreng
- Sate Kambing
- Siomay
- Soto Betawi
Keberadaan Nasi Padang dalam daftar ini menegaskan posisinya sebagai ikon kuliner Indonesia di mata dunia. Dengan beragam lauk bercita rasa kuat dan teknik memasak khas Minangkabau, Nasi Padang dianggap merepresentasikan kekayaan kuliner Nusantara secara utuh.
Produk Lokal dan Restoran Tradisional Mendunia
TasteAtlas juga memberikan perhatian pada produser gourmet terbaik asal Indonesia. Beberapa merek lokal yang mendapat pengakuan internasional antara lain Krakakoa, Javara, East Java, Bukit Sari, dan Expat.Roasters. Brand-brand ini dinilai konsisten menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan identitas lokal yang kuat.
Di sisi lain, sejumlah restoran tradisional Indonesia juga masuk dalam daftar rekomendasi, seperti Dapur Bali Mula, Warung Mak Beng, Warung Mek Juwel Nasi Campur Ayam, Raf Babi Krispi, hingga 1945 Restaurant. Pemilihan restoran-restoran ini menunjukkan bahwa dunia internasional justru tertarik pada keotentikan rasa dan pengalaman makan tradisional, bukan sekadar konsep fine dining modern.
Momentum Emas Pariwisata Gastronomi
Capaian Indonesia di TasteAtlas menjadi momentum penting untuk memperkuat pariwisata berbasis gastronomi. Kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga identitas budaya, sejarah, dan diplomasi rasa. Dengan pengakuan global ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempromosikan masakan daerah sebagai daya tarik wisata utama.
Ke depan, pengembangan kuliner Nusantara yang berkelanjutan, perlindungan resep tradisional, serta dukungan terhadap UMKM kuliner menjadi kunci agar prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi fondasi kuat bagi ekonomi kreatif dan pariwisata nasional.
markom Patitimes.com
















