Patitimes.com– Kamis, 1 Mei 2025 – Sejumlah topik menarik menyita perhatian publik dan menjadi berita populer. Dua di antaranya adalah pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto soal rencana pengurangan pajak bagi buruh dalam pidato peringatan Hari Buruh, serta keputusan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) untuk memulangkan kereta tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) buatan China ke negara asalnya.
Prabowo Akan Kurangi Pajak Buruh: Fokus Keadilan Pajak untuk Pekerja Kecil
Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan pidato penting di peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti pentingnya kebijakan pajak yang adil dan berpihak pada para buruh.
Prabowo berjanji akan meninjau kembali sistem perpajakan, terutama menyangkut pajak penghasilan (PPh), agar lebih mencerminkan keadilan ekonomi. Ia menegaskan bahwa penarikan pajak tidak bisa disamaratakan antara buruh berpenghasilan rendah dan masyarakat kelas atas.
“Kita akan pelajari kembali masalah pajak. Pajak besar harus dibayar oleh mereka yang penghasilannya besar. Buruh yang penghasilannya kecil tidak bisa diperlakukan sama,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Sebagai bentuk konkret dari komitmennya terhadap kesejahteraan pekerja, Prabowo menyatakan akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh. Lembaga ini nantinya akan merumuskan kebijakan strategis, termasuk skema pengurangan pajak untuk buruh berpenghasilan rendah dan berbagai program peningkatan kesejahteraan lainnya.
Langkah Prabowo ini disambut positif oleh sejumlah serikat buruh yang hadir di lokasi. Mereka menilai pernyataan tersebut menjadi angin segar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi.
Kereta Tanpa Rel di IKN Dipulangkan ke China: Teknologi Belum Memenuhi Standar
Sementara itu, berita populer lainnya datang dari proyek ambisius Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Otorita IKN memutuskan untuk mengembalikan Autonomous Rail Transit (ART) buatan CRRC Qingdao Sifang, China, ke negara asalnya. Keputusan ini diambil setelah hasil Proof of Concept (PoC) menunjukkan bahwa teknologi tersebut memerlukan sejumlah penyempurnaan.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan bahwa langkah ini sesuai dengan perjanjian awal, yang memungkinkan pengembalian unit berdasarkan hasil evaluasi uji coba.
“Kami sudah sampaikan catatan evaluasi teknologi ART ke perusahaan penyedia serta kementerian terkait. Pengiriman kembali ini menjadi bagian dari kesepakatan awal jika hasil PoC belum memenuhi standar,” ujar Ali Berawi.
Kereta tanpa rel tersebut sebelumnya telah diuji coba sejak 10 Agustus 2024. Rute percobaannya dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan jalur pendek melingkar antara gedung Kemenko 2 dan Kemenko 3.
Pengembalian ART dilakukan melalui Pelabuhan Semayang di Balikpapan dan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan penyedia teknologi asal China. Otorita IKN menegaskan bahwa semua biaya Proof of Concept selama ini tidak menggunakan dana negara, melainkan berasal dari masing-masing perusahaan peserta uji coba.
IKN Sebagai “Living Lab”: Uji Teknologi Tanpa Bebani APBN
Mohammed Ali Berawi juga menyatakan bahwa proyek IKN memang dirancang sebagai “living lab” atau laboratorium hidup untuk berbagai teknologi masa depan. Otorita IKN secara terbuka mengundang mitra internasional untuk menguji inovasi mereka di Nusantara.
Namun, semua teknologi harus memenuhi standar kualitas dan kesiapan operasional. Jika belum layak, maka IKN memiliki wewenang untuk menolak atau memulangkan teknologi tersebut.
“Semua uji coba dilakukan transparan. Tidak ada pemborosan dana publik karena pembiayaan ditanggung oleh perusahaan,” jelas Ali.
Langkah ini menunjukkan komitmen IKN untuk hanya menggunakan teknologi yang benar-benar siap dan sesuai dengan standar keberlanjutan dan efisiensi jangka panjang.
Dua isu besar ini menyoroti arah baru kebijakan nasional yang tengah digagas pemerintah. Di satu sisi, Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan buruh melalui wacana pengurangan pajak penghasilan bagi pekerja berpenghasilan rendah. Prabowo juga berencana membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh sebagai langkah konkret dalam merancang kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada pekerja kecil.
Di sisi lain, Otorita IKN mengambil langkah tegas dengan memulangkan kereta tanpa rel (ART) buatan China yang dianggap belum memenuhi standar usai uji coba. Keputusan ini menandakan bahwa proyek Ibu Kota Nusantara tidak akan menjadi tempat “uji coba gagal”, melainkan laboratorium hidup yang hanya menerapkan teknologi siap pakai dan berkelanjutan.
Kedua langkah ini mencerminkan fokus pemerintah ke depan: pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kualitas. Dari kesejahteraan ekonomi rakyat hingga selektivitas dalam teknologi infrastruktur, arah kebijakan nasional kini menekankan pertumbuhan yang tak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang.
markom Patitimes.com



















