Heboh Siswa MTs Pati Diduga Dirundung Hingga Jari Patah, Pihak Sekolah Klarifikasi

Pati, Patitimes.com – Seorang siswa MTs di Kabupaten Pati, AF (13), diduga mengalami perundungan hingga jarinya patah.

Dugaan perundungan (bullying) ini sempat viral di media sosial dari sebuah video yang memperlihatkan kondisi korban di rumah sakit. Menurut pengakuan korban, ia dikejar oleh tiga kakak kelasnya hingga harus memanjat pagar sekolah.

Namun, saat memanjat, ia tidak berhasil mendarat dengan mulus, sehingga terjatuh dan pingsan. Akibatnya, ia mengalami patah tulang pada dua jari di tangan kiri, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut penelusuran, peristiwa itu terjadi pada hari Senin (27/7/2026) lalu di salah satu MTs wilayah Kecamatan Margorejo. Berdasarkan keterangan pihak sekolah tersebut, insiden itu bukan merupakan perundungan, melainkan kecelakaan.

Baca Juga :  Heboh Video Dugaan Bullying di Sekolah Rembang, Pemkab Sedang Dalami

“Menyatakan kejadian yang ada bahwa sebetulnya murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,” kata Kepala Mts, Safi’i, Sabtu (1/8/2026), dikutip Detik.

Menurutnya, kejadian bermula setelah salat Zuhur, korban naik pagar dan tangannya terjepit. Hal itu membuat korban terjatuh ke arah selatan. Ia menegaskan bahwa tak ada unsur perundungan maupun kekerasan yang disengaja dalam kejadian tersebut.

“Habis salat Zuhur itu anak sebelum masuk ke kelas, ada anak-anak, terus ada anak yang naik pagar tangannya kecepit. Naik pagar dari utara jatuhnya di selatan pagar,” jelas dia.

“Akibat kejadian ini, sudah menjenguk, pas kejadian mengatar ke rumah sakit saya dan para saksi. Kondisi korban tidak pingsan, sudah pulang ke rumah kemarin,” lanjut dia.

Baca Juga :  Satu Pelajar SMP Ditetapkan ABH Atas Dugaan Bullying di Kota Semarang

Sementara, Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan pihak sekolah. Terkait penyelidikan masih ditangani Polres Pati untuk mengetahui ada tidaknya aksi perundungan di sekolah tersebut.

“Kami dari Kemenag sungguh merasa prihatin, dan itu terjadi madrasah. Saat ini belum memberikan pernyataan lebih lanjut karena tengah ditangani di Polres,” kata Syaiku

“Jadi begitu ada informasi di media, langsung ke lokasi. Kami ingin mengetahui secara detail yang ada di sini,” jelasnya. (*)