Program Unggulan Semarang Cerdas Berhasil Loloskan 122 Anak dari Tunggakan SPP Sekolah

Semarang, Patitimes.com – Dunia pendidikan di Kota Semarang sepanjang satu tahun ini berhasil memperlihatkan adanya kebangkitan. Salah satunya terlihat dari sejumlah anak dari keluarga miskin yang bisa sekolah tanpa harus dibebani oleh biaya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama wakilnya, Iswar Aminuddin, mengentaskan masalah pendidikan di kotanya melalui program unggulan “Semarang Cerdas”, yang digunakan untuk mengolaborasikan lima pilar pembangunan yang mereka usung.

Di antara lima pilar tersebut, seperti Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh, berhasil dikolaborasikan menjadi sebuah program kerja yang saling berkesinambungan hingga membentuk siklus transformasi berkelanjutan.

“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin semua anak Semarang, siapa pun dia, dari keluarga mana pun, punya kesempatan yang sama untuk bersekolah dan berprestasi. Semarang Cerdas adalah wujud komitmen kami untuk tidak meninggalkan satu pun anak di kota ini,” jelas Agustina.

Baca Juga :  Bernilai Strategis, Koridor 1 Jadi Pilihan Pertama Percobaan Bus Listrik Trans Semarang

Kemudian, hasilnya juga terlihat secara nyata melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang tahun 2025 yang mencapai angka 85,80 dengan kategori sangat tinggi hingga menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Dengan angka rata-rata lama sekolah masyarakat Kota Semarang yang berada di level 11,11 tahun, hal ini juga menunjukkan bahwa akses pendidikan di kota ini semakin terbuka lebar. Pantas jika tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Agustina-Iswar berdasarkan Survei Litbang Kompas mencapai angka 83,6 persen.

Sepanjang 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah berhasil membayarkan tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) oleh sebanyak 122 anak dari 15 sekolah dengan total nilai mencapai Rp71.393.000.

Meski masih terdapat 1.053 anak lagi yang memiliki tunggakan tersebut, Pemkot Semarang terus berkomitmen untuk mencari solusi agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena alasan biaya.

Baca Juga :  Kutipan Film Jumbo Ini Jadi Inspirasi Agustina Dorong Warga Ikut Bangun Kota Semarang

“Saya tidak ingin ada anak Semarang yang tidak naik kelas atau tidak ambil rapor karena orang tuanya tidak bisa bayar SPP. Pendidikan adalah hak mereka, dan negara harus hadir,” tegas Agustina.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memberikan perhatian kepada 129 sekolah swasta melalui program Hibah P-BOSP (Pembiayaan Bantuan Operasional Sekolah Swasta) dengan anggaran mencapai Rp25,79 miliar. Rencananya, program ini akan diperluas pada tahun 2026 menjadi sebanyak 135 sekolah. (Adv)