IPM Kota Semarang 2025 Naik Jadi 85,80, Agustina-Iswar Realisasikan Pengurangan Sampah Signifikan

Semarang, Patitimes.com – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama dengan wakilnya, Iswar Aminuddin, menghasilkan data pembangunan yang menunjukkan kenaikan grafik melalui program unggulan “Semarang Bersih”.

Ukuran kualitas hidup warga Kota Semarang yang disebut melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan angka pelompatan dari tahun 2020 yang hanya sebesar 83,05 menjadi sebanyak 85,80 untuk tahun 2025. Bahkan, angka tersebut tercatat lebih tinggi dari rata-rata yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah hingga nasional.

Dalam hal ini, Agustina mengubah cara pandang warga terkait sampah yang bukan lagi menjadi masalah, tetapi justru peluang yang diwujudkan dalam konsep ekonomi sirkular. Melalui bank sampah, warga diajak untuk memilah dan mengelola sampah agar memiliki nilai jual.

Baca Juga :  Antusiasme SNC dan Soto Vaganza Tinggi, Agustina Berencana Jadikan Event Tahunan

Hasilnya, bank sampah yang semula di tahun 2024 berjumlah 664 unit, kini terdapat sebanyak 857 unit yang tercatat aktif. Atas dasar program bank sampah tersebut, total sampah yang berhasil dikelola mencapai 1.705,7 ton.

Bersama dengan organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pengelolaan sebanyak 1.080 ton sampah dari bank sampah berhasil melahirkan perputaran uang mencapai hingga Rp1,89 miliar. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mudah lantaran sejumlah 1.906 tas pilah sampah dibagikan kepada setiap warga untuk memilahnya dari rumah.

Selain dari lini masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Semarang melalui gerakan “ASN Wegah Nyampah” juga tercatat berhasil mengurangi sampah dari aktivitas kantor sebanyak 4,3 ton per hari.

Baca Juga :  Kutipan Film Jumbo Ini Jadi Inspirasi Agustina Dorong Warga Ikut Bangun Kota Semarang

Kemudian, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga memiliki sebanyak 454 unit kontainer sampah, 237 Tempat Pembuangan Sampah (TPS), 26 TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta 4 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik.

“Pembangunan Semarang hari ini adalah tentang keseimbangan. Kita kejar pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga harus pastikan rumah-rumah warga bersih dan lingkungan kita hijau. Semarang Bersih adalah fondasi kita menuju kota yang tangguh dan warganya sejahtera,” jelas Agustina. (Adv)