Rembang Catatkan Surplus Beras Hingga 30 Bulan

Rembang, Patitimes.com – Kabupaten Rembang mencatatkan surplus beras hingga 30 bulan ke depan. Ini karena produksi padi di tahun 2025 meningkat signifikan, dari 199.331 ton pada 2024 menjadi 295.825 ton.

“Rembang mencatatkan kenaikan yang signifikan. Produksi tahun 2025 meningkat 50 persen lebih (produksi padi) dari pada tahun 2024, dan kita surplus hampir untuk 30 bulan produksi beras kita,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan.

Kenaikan produksi juga terjadi di komoditas pangan lainnya, termasuk Jagung dari 188.176 ton menjadi 191.432 ton. Sementara, di sisi produktivitas, lahan padi tercatat sebesar 6,6 ton per hektare, sementara jagung mencapai 7,6 ton per hektare.

Baca Juga :  Karang Taruna di Rembang Diminta Berperan Bantu Sinkronisasi Data di Tingkat Desa

Untuk komoditas hortikultura, produksi bawang merah juga meningkat menjadi 11.139,60 kuintal, cabai keriting dan cabai rawit masing-masing naik menjadi 8.868,91 kuintal dan 14.828 kuintal pada 2025.

Di sektor perkebunan, produksi tebu kristal tercatat sebesar 32.757 ton dan tebu tumbu sebesar 12.170 ton pada 2025, dengan produktivitas relatif stabil. Produksi tembakau juga terjaga dengan capaian 15.448 ton pada 2025.

Menurutnya, kenaikan produksi dan kinerja tanaman pangan ini ditunjang dengan kesediaan pupuk yang cukup bagi para petani. Dengan demikian, berdampak pada peningkatan hasil panen secara signifikan.

Selain itu, berbagai upaya juga dilakukan pemerintah daerah untuk mewujudkan cita-cita swasembada pangan, mulai dari kegiatan irigasi perpompaan (irpom), perbaikan jaringan irigasi, hingga pemberian bantuan sumur pertanian di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  ASN Rembang Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher, Indikasi Sementara Bunuh Diri

“Salah satu faktor yang kami yakini sangat menunjang peningkatan produksi, adalah tersedianya pupuk dalam jumlah cukup dengan harga yang terjangkau. Selain itu, harga hasil panen juga relatif baik, sehingga petani semakin antusias untuk melakukan penanaman,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait