Ahli Ungkap Tips Menata Kulkas agar Makanan Awet dan Segar

Patitimes.com — Menjaga kualitas bahan makanan di rumah menjadi perhatian penting bagi banyak keluarga, terutama di tengah gaya hidup modern yang menuntut efisiensi. Salah satu kunci utama dalam menjaga kesegaran bahan makanan adalah cara menyimpannya di kulkas. Terkait hal itu, seorang ahli gizi dan food storage expert, Dr. Siska Andriyani, membagikan sejumlah tips menata kulkas agar makanan tetap awet dan segar lebih lama.

Menurutnya, banyak orang masih salah dalam menyusun bahan makanan di lemari pendingin, sehingga justru mempercepat proses pembusukan. Padahal, kulkas memiliki zona suhu yang berbeda-beda yang dirancang untuk jenis makanan tertentu.

1. Pahami Zona Suhu dalam Kulkas

Dr. Siska menjelaskan bahwa setiap bagian dalam kulkas memiliki suhu dan fungsi yang berbeda. Kesalahan menaruh makanan di tempat yang tidak sesuai justru bisa menyebabkan makanan cepat basi atau mengubah rasa.

“Bagian atas kulkas biasanya memiliki suhu yang lebih stabil dan cocok untuk menyimpan bahan makanan siap saji, sedangkan bagian bawah kulkas ideal untuk menyimpan daging mentah,” jelasnya.

Berikut pembagian zona suhu dan fungsinya secara umum:

  • Rak atas: untuk makanan matang, minuman, dan olahan susu

  • Rak tengah: cocok untuk menyimpan telur, makanan kemasan

  • Rak bawah: tempat terbaik untuk daging mentah, ikan, atau unggas

  • Laci buah dan sayur (crisper drawer): dirancang dengan kelembaban tinggi untuk menjaga kesegaran produk segar

  • Pintu kulkas: suhu paling tidak stabil, ideal untuk saus, minuman, dan bumbu

2. Jangan Simpan Telur di Pintu Kulkas

Salah satu kesalahan paling umum adalah meletakkan telur di rak pintu kulkas. Meskipun tempat ini sering kali dilengkapi tempat khusus untuk telur, namun sebenarnya bukan tempat yang tepat.

“Suhu di pintu kulkas berubah-ubah setiap kali dibuka-tutup. Telur sebaiknya disimpan di rak tengah, karena di sana lebih stabil suhunya,” kata Siska.

Dengan menyimpan telur di rak tengah, kualitas dan kesegarannya bisa lebih terjaga hingga berminggu-minggu.

3. Gunakan Wadah Transparan dan Berlabel

Agar lebih mudah mengorganisir bahan makanan dan mencegah makanan terabaikan hingga basi, gunakan wadah transparan. Jangan lupa beri label tanggal simpan atau tanggal kadaluarsa pada setiap wadah.

“Label membantu kita memantau usia simpan makanan. Selain itu, wadah transparan mempermudah pengecekan isi kulkas tanpa harus membuka satu per satu,” jelasnya.

Kebiasaan ini juga membantu mengurangi food waste karena kita bisa langsung tahu mana makanan yang harus segera dikonsumsi.

4. Jangan Overload Kulkas

Tips menata kulkas lainnya adalah hindari mengisi kulkas secara berlebihan. Sirkulasi udara dingin sangat penting untuk menjaga suhu kulkas tetap merata di seluruh bagian.

Jika kulkas terlalu penuh, udara tidak dapat bersirkulasi dengan baik, dan ini bisa membuat beberapa area menjadi terlalu hangat atau terlalu dingin.

“Idealnya, kulkas diisi sekitar 70–80 persen dari kapasitasnya. Sisakan ruang agar udara bisa bergerak,” tegas Siska.

5. Pisahkan Buah dan Sayur

Meski terlihat sepele, menyimpan buah dan sayur dalam satu laci bisa menjadi kesalahan besar. Beberapa buah seperti apel, pisang, dan alpukat mengeluarkan gas etilen, yang dapat mempercepat proses pematangan dan pembusukan sayur di sekitarnya.

Solusinya, pisahkan laci penyimpanan buah dan sayur, atau bungkus sayuran dengan kertas atau plastik berlubang agar tetap segar tanpa terkena gas dari buah-buahan.

6. Bersihkan Kulkas Secara Rutin

Agar kulkas tetap higienis dan makanan tidak terkontaminasi, lakukan pembersihan secara berkala. Minimal satu bulan sekali, keluarkan semua isi kulkas, bersihkan rak dan laci dengan air hangat dan sabun ringan, lalu keringkan.

“Kulkas yang bersih bukan hanya untuk estetika, tapi juga mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan kontaminasi silang,” jelas Siska.

7. Atur Suhu Ideal Kulkas dan Freezer

Suhu yang direkomendasikan untuk kulkas rumah tangga adalah sekitar 1–4 derajat Celcius, sementara untuk freezer idealnya di bawah -18 derajat Celcius. Gunakan termometer kulkas jika perlu, untuk memastikan suhu tetap berada dalam kisaran yang aman.

“Suhu kulkas yang terlalu tinggi akan mempercepat pertumbuhan bakteri, sementara suhu terlalu rendah bisa merusak tekstur makanan tertentu,” ujarnya.

Menata kulkas bukan hanya soal kerapian, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan dan kualitas bahan makanan. Dengan memahami tips menata kulkas agar makanan awet dan segar, kita bisa menghemat pengeluaran, mengurangi sampah makanan, dan menjaga kesehatan keluarga.

Mulailah dari hal-hal kecil seperti menyimpan makanan di tempat yang sesuai, menggunakan wadah tertutup, hingga membersihkan kulkas secara rutin. Langkah-langkah sederhana ini bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang.