Kebakaran Rumah di Pulo Rembang Tewaskan 1 Lansia

Rembang, Patitimes.com – Kebakaran rumah di Desa Pulo, Rembang, pada Rabu (19/8/2026) dini hari tadi menelan satu korban jiwa. Korban tewas diketahui merupakan salah satu penghuni rumah, S (67), yang menderita sakit stroke.

Kebakaran tersebut pertama diketahui oleh saksi ES pada pukul 00.06 WIB, sehingga kemudian diberitahukan kepada anak korban dan warga sekitar.

“Saksi kemudian melihat api dari bawah genteng dan langsung memanggil anak korban serta meminta pertolongan warga,” kata Kapolsek Rembang AKP Al Sutikna, Rabu, dikutip Detik.

Pada malam sebelumnya, istri korban, EWW (65), melihat suaminya masih tidur di kamar tengah. Ia kemudian pergi ke rumah tetangga untuk mengurus cucunya. Namun, tak lama kemudian, terjadi kebakaran di rumah.

Baca Juga :  Bullying Siswi di Rembang Dipicu Saling Ejek karena Rebutan Pacar, Kini Sudah Damai

Insiden itu kemudian dilaporkan ke petugas pemadaman kebakaran (damkar) dan aparat kepolisian setempat. Tim gabungan tiba di lokasi pukul 00.20 WIB, kemudian langsung melakukan pemadaman dan berupaya melakukan penyelamatan.

Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki suplai. Proses pemadaman disebut terkendala aliran listrik di rumah masih menyala. Sehingga, proses pemadaman dan evakuasi harus menunggu PLN memutus aliran listrik.

Penyisiran selesai dilakukan sekitar pukul 02.31 WIB. Korban ditemukan berada di dapur dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Rembang untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis.

“Setelah petugas masuk ke dalam rumah, korban ditemukan di dapur dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa tim PSC ke RSUD Rembang,” jelasnya.

Baca Juga :  Alasan Ibu Buang Bayi di Tepi Laut Rembang, Diduga Panik

Korban diketahui mengalami luka bakar pada kaki, dan diduga meninggal akibat trauma inhalasi atau kerusakan pada saluran pernapasan dan paru-paru akibat menghirup udara panas dan asap. Meski demikian, penyebab kematian masih dalam penyelidikan.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Selain korban jiwa, kebakaran juga menyebabkan kerugian material ditaksir sekitar Rp 100 juta. (*)