Patitimes.com- Peristiwa mengerikan sekaligus tak terduga terjadi di Kabupaten Bandung Barat ketika seorang kreator konten menemukan sesosok mayat saat melakukan siaran langsung (live streaming) eksplorasi misteri di TikTok.
Penemuan jasad tersebut sontak menghebohkan warganet dan masyarakat setempat karena korban diketahui merupakan pelajar SMP berinisial ZAAQ.
Kejadian ini berlangsung di area semak belukar bekas objek wisata Kampung Gajah, tepatnya di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (13/2/2026) malam. Lokasi tersebut memang dikenal sepi sejak tidak lagi beroperasi sebagai tempat wisata, sehingga kerap dijadikan latar konten eksplorasi oleh sejumlah kreator media sosial.
Kronologi Penemuan Mayat Saat Live TikTok
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di kawasan eks Kampung Gajah. Menurutnya, saksi yang pertama kali menemukan jasad korban merupakan seorang kreator konten yang tengah melakukan live streaming penelusuran misteri.
“Betul tadi malam kami terima laporan penemuan mayat di lahan eks Kampung Gajah. Jadi saksi yang menemukan sedang melakukan live medsos penelusuran misteri,” ujar Kapolres.
Dalam siaran langsung tersebut, kreator konten awalnya menyusuri area semak belukar yang cukup rimbun. Namun di tengah penelusuran, kamera menyorot sesosok tubuh tergeletak yang kemudian dipastikan sebagai jasad manusia. Tayangan tersebut sempat disaksikan sejumlah pengikutnya sebelum akhirnya laporan disampaikan kepada pihak berwajib.
Penemuan mayat siswa SMP ini pun langsung viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Banyak warganet mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa konten eksplorasi misteri tersebut justru berujung pada temuan nyata yang tragis.
Identitas Korban Terungkap
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah ciri yang mengarah pada identitas korban. Salah satunya adalah keberadaan seragam sekolah yang tersimpan di dalam tas milik korban. Dari situ, polisi menduga kuat bahwa jasad tersebut adalah seorang pelajar.
Identitas korban kemudian diketahui berinisial ZAAQ, seorang siswa di SMPN 26 Bandung. Informasi ini dikonfirmasi oleh pihak sekolah setelah kabar penemuan jasad beredar luas.
Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, menyampaikan bahwa korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarga. Menurutnya, pihak sekolah menerima informasi bahwa ZAAQ tidak pulang sejak Selasa (10/2/2026) malam.
“Hari Selasa malam kehilangan anak tersebut. Sampai muncul pemberitaan dan di-post di grup,” ujar Titin.
Kabar kehilangan korban sempat beredar di berbagai grup pesan singkat dan media sosial sebelum akhirnya jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah. Pihak sekolah mengaku sangat terpukul atas kejadian ini dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Proses Evakuasi dan Autopsi
Setelah lokasi penemuan diamankan, tim kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mencegah warga mendekat dan menjaga keutuhan barang bukti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Sartika Asih untuk menjalani proses autopsi. Pemeriksaan medis ini bertujuan memastikan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti pendukung penyelidikan.
“Untuk saat ini jasad itu dibawa ke RS Sartika Asih untuk diautopsi terkait identitas dan keterangan lainnya,” jelas AKBP Niko N. Adi Putra.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil resmi autopsi guna memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian korban. Penyelidikan mendalam juga tengah dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Polisi Dalami Penyebab Kematian
Kapolres Cimahi menegaskan bahwa pihaknya tengah bekerja keras mengusut tuntas kasus penemuan mayat pelajar SMP di Bandung Barat ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk kreator konten yang pertama kali menemukan jasad korban.
Polisi juga menelusuri riwayat komunikasi terakhir korban, aktivitas media sosial, serta pergaulan sehari-hari guna mencari petunjuk tambahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan seorang pelajar yang masih berusia remaja. Selain itu, fakta bahwa jasad ditemukan secara tidak sengaja saat live TikTok menambah sorotan publik terhadap keamanan lokasi-lokasi terbengkalai yang kerap dijadikan tempat pembuatan konten.
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Seiring viralnya penemuan mayat siswa SMP di eks Kampung Gajah, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran kabar yang tidak akurat dikhawatirkan dapat memperkeruh suasana dan mengganggu proses penyelidikan.
Polisi juga mengingatkan para kreator konten agar tetap memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan eksplorasi, terutama di lokasi-lokasi sepi dan terbengkalai. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat terdekat.
markom Patitimes.com















