Pati, Patitimes.com – Warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati minta pembangunan tanggul permanen untuk menahan arus Sungai Widodaren. Pasalnya, Tanggul yang baru rampung dibangun tersebut sempat longsor setelah diguyur hujan deras berhari-hari.
“Kami butuh tanggul permanen, bukan yang baru diperbaiki sebentar langsung rusak lagi,” keluh salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (19/11/2025), dikutip Kompas.
Sementara itu, warga lain bernama Hasan mengaku waswas banjir kembali melanda jika turun hujan deras jika hal ini tidak segera ditangani. Harapannya, pemerintah bisa membangun tanggul permanen agar tidak sering jebol.
“Kami merasa waswas khawatir banjir lagi, apalagi ini musim hujan diperkirakan bulan-bulan ini,” kata dia, dikutip Detik.
“Harapannya diperbaiki secara permanen, khawatir jebol lagi,” lanjutnya.
Sementara itu, warga bernama Parwi menyebutkan, debit air sungai meningkat karena hujan deras, sehingga menggerus bagian bawah tanggul. Selain itu, struktur tanahnya masih basah tidak mampu menahan tekanan aliran air, sehingga menyebabkan tanggul ambrol pada Selasa (18/11/2025).
“Longsor ini karena tanggul diterjang banjir lagi. Bagian bawahnya ambrol terbawa arus, jadi yang atas ikut jatuh. Lebarnya dua meter, panjangnya sekitar sepuluh meter lebih. Padahal baru selesai diperbaiki lima hari lalu,” kata Parwi, Rabu (19/11/2025).
Ia melanjutkan, kerusakan meluas di beberapa titik, dengan total kerusakan mencapai sekitar 25 meter.
Sebagai informasi, tanggul darurat di Sungai Widodaren mulai dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (5/11/2025). Sebanyak tiga dari delapan titik tanggul yang teridentifikasi kritis telah ditangani.
“Penanganan dilakukan dengan pemasangan cerucuk bambu dan karung tanah sebagai penahan sementara,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tiurma Wansyahalinda Lubis. (*)
Redaksi Patitimes.com


















