Semarang, Patitimes.com – Heboh di media sosial unggahan menu sebuah kafe di Semarang yang dinilai melecehkan perempuan. Unggahan viral tersebut mendorong pihak manajemen kafe menyampaikan permintaan maaf.
Sebelumnya, Feels Coffee mengunggah konten promosi berupa perkenalan barista perempuan dengan akronim ‘ngent*t’ yang berasal dari ‘ngenal total’. Namun, pada umumnya, istilah tersebut sering dikaitkan dengan aktivitas sosial.
Tak hanya itu, seluruh menu di kafe tersebut juga dinamai dengan nama perempuan. Hal ini turut menuai kontroversi, hingga dinilai oleh warganet sebagai konten yang tidak pantas dan merendahkan kaum perempuan.
Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen akhirnya buka suara. Melalui unggahan Instagram resminya, manajemen Feels Coffee meminta maaf kepada publik dan telah menghapus konten promosi yang dianggap kurang pantas.
“Hai Feelas. Kami meminta maaf terkait postingan pengenalan barista kami sebelumnya dengan judul “Ngenal Total” yang disingkat menjadi sebuah kata yang tidak pantas telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berbagai reaksi,” tulis Feels Coffee.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas pemilihan diksi tersebut. Postingan tersebut telah kami hapus dan ini menjadi pembelajaran penting bagi tim kami untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten kedepannya,” lanjut pihak manajemen.
Dalam kesempatan yang berbeda, pihak manajemen Feels Coffee menegaskan bahwa konten tersebut dibuat sebagai bagian dari promosi. Namun, bahan yang diunggah tersebut tidak melalui konfirmasi dari pihak manajemen.
“Jadi itu ada, kita kan pada awalnya kan bikin tujuan utamanya bikin konten itu kan karena pengennya kita dari feels itu dekat ke customer juga,” jelas pihak manajemen yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (10/3/2026), dikutip Detik.
“Cuma emang pada saat itu segmen itu ternyata lolos, lolos tanpa ada konfirmasi ke kita dengan penggunaan tata bahasa yang seperti itu,” lanjut dia.
Ia menjelaskan, konten dibuat sekitar satu minggu yang lalu. Setelag diunggah, pihak kafe langsung melakukan take down, namun ternyata sudah beredar di akun lainnya, sehingga memicu keramaian di media sosial.
Menurutnya, penggunaan sejumlah nama di menu kopi tidak bermaksud untuk merendahkan perempuan, melainkan sebagai apresiasi terhadap orang-orang yang dekat mereka beserta menu favoritnya.
“sebenarnya kita emang nggak ada tujuan untuk objektifikasi ataupun merendahkan perempuan. Karena itu emang nama-nama menu yang berada di sekitar kita, mereka punya cerita di hidup kita, terus mereka juga punya kesukaannya mereka,” ujarnya.
“Kita sebenarnya mengingat orang-orang yang ada di sekitar kita aja. Kita nggak ada maksud untuk untuk mengobjektifikasi, apalagi kok melecehkan, apalagi kok merendahkan segala macam,” lanjut dia.
Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengambil tindakan tegas dengan memecat admin media sosial (medsos) buntut unggahan menu kontroversial. Menurutnya, yang bersangkutan telah melanggar aturan pihak perusahaan.
“Dia sudah diberhentikan. (Diberhentikan kapan?) Sejak postingan itu muncul,” jelas pihak manajemen.
“Sebelum ramai, jadi jadi postingan itu muncul kan itu trespass dari aturannya kita nih. Kita langsung meeting. Kita obrolin, ini kok bisa sampai kayak gini, Kenapa penggunaannya kayak gini,” lanjutnya. (*)
Redaksi Patitimes.com


















