Semarang, Patitimes.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti kembali menghadiri agenda Tarawih Keliling periode Ramadan 1447 Hijriah. Kali ini, Agustina melaksanakan kegiatan tersebut bersama keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang.
Kegiatan yang dilakukan di tempat yang akrab disebut Lapas Perempuan Bulu atau di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, itu menjadi sebuah momen menghadirkan semangat untuk memperbaiki diri di bulan suci Ramadan.
Pada kesempatan itu, Agustina mengapresiasi sejumlah program pembinaan yang dilakukan di Lapas Perempuan Bulu seperti urban farming, pelatihan pembuatan roti, hingga fasilitas salon kecantikan, yang menurutnya mampu membekali keterampilan bagi sejumlah warga binaan.
“Saya yakin panjenengan semua dapat menjalani hari-hari di sini dengan baik. Manfaatkan waktu untuk mencari bekal. Kalau sudah memiliki ilmu dan keterampilan, nanti di luar bisa menjadi entrepreneur,” ucap Agustina.
Selain itu, Agustina juga memberi apresiasi terhadap sejumlah petugas lapas yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Menurutnya, peran petugas lapas tidak hanya sebagai aparatur yang menjalankan tugas administratif, tetapi juga pendamping untuk warga binaan menjalani proses pembinaannya.
“Tantangan bagi para petugas seringkali adalah menjadi tempat berbagi cerita dan sandaran bagi mereka yang sedang rapuh. Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pegawai, tetapi juga menjalankan peran kemanusiaan yang sangat mulia,” katanya.
Sementara, Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Ade Agustina, menjelaskan pihaknya terus menjaga suasana kebersamaan dan toleransi yang ada di lingkungan lapas, mengingat hal tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang humanis.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi hal yang sangat penting. Karena itu kami, baik warga binaan maupun pegawai, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelas Ade. (Adv)

















