Arsip Jeffrey Epstein Dibuka, Terungkap Obsesi Reproduksi dan Rencana Sebarkan DNA

Patitimes.com- Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) kembali membuka sebagian arsip kasus mendiang miliarder Jeffrey Epstein ke publik. Langkah ini langsung menarik perhatian dunia karena dokumen tersebut menyoroti sisi lain kehidupan Epstein yang selama ini jarang diketahui.

Selain mengungkap bukti lama, arsip terbaru juga memunculkan kembali berbagai kontroversi tentang perilaku Epstein, termasuk dugaan obsesinya terhadap reproduksi manusia. Ia disebut memiliki rencana ekstrem untuk menyebarkan DNA miliknya dengan cara menghamili banyak perempuan sekaligus.

Kembalinya dokumen ini memicu diskusi global tentang kehidupan tersembunyi Epstein serta jaringan kekuasaan yang diduga berada di sekelilingnya.

Video Lama Epstein Kembali Viral

Salah satu materi yang ikut menjadi sorotan adalah video lama berdurasi sekitar 37 detik yang memperlihatkan Jeffrey Epstein berada di dapur rumah pribadinya di Little Saint James, pulau miliknya di Kepulauan Virgin AS.

Dalam rekaman tersebut, Epstein tampak berlari mengitari kitchen island di dapur rumah mewah itu. Meski terlihat sederhana, kemunculan kembali video tersebut memancing rasa penasaran publik karena menjadi bagian dari arsip resmi yang baru dibuka.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti kapan video itu direkam dan siapa yang mengambilnya. Otoritas Amerika Serikat juga menyamarkan identitas pihak lain yang terlihat berada dalam rekaman tersebut.

Baca Juga :  Mendag Budi Santoso Bongkar Penjualan Ponsel Rakitan Ilegal Senilai Rp 17,6 Miliar di Cengkareng

Minimnya informasi justru memperkuat spekulasi dan menambah misteri seputar aktivitas Epstein di properti pribadinya.

Obsesi Reproduksi yang Mengejutkan

Arsip yang dibuka juga menyoroti dugaan obsesi ekstrem Epstein terhadap reproduksi manusia. Ia dilaporkan memiliki ambisi untuk menggunakan DNA miliknya sendiri guna menghamili sejumlah perempuan secara bersamaan.

Menurut berbagai laporan media internasional, Epstein bahkan menargetkan hingga 20 perempuan hamil dalam satu waktu. Rencana itu disebut akan dilakukan di Zorro Ranch, peternakan miliknya di New Mexico yang berlokasi dekat Santa Fe.

Properti luas tersebut kabarnya memiliki area sekitar 3.000 meter persegi. Epstein bahkan disebut menjulukinya sebagai “pabrik bayi,” sebuah istilah yang kemudian memicu reaksi keras dari publik karena dinilai tidak manusiawi.

Jika benar, rencana tersebut menunjukkan pola pikir kontroversial yang semakin mempertegas citra gelap Epstein di mata dunia.

Diduga Terinspirasi Transhumanisme

Obsesi Epstein terhadap reproduksi disebut-sebut berkaitan dengan ketertarikannya pada transhumanisme. Gagasan ini merupakan konsep futuristik yang meyakini bahwa manusia dapat “ditingkatkan” melalui teknologi, termasuk rekayasa genetika dan kecerdasan buatan.

Baca Juga :  Istri Arya Daru Tiga Kali Hubungi Penjaga Kos: Kronologi Lengkap Sebelum Diplomat Muda Ditemukan Tewas di Menteng

Pendukung transhumanisme percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat membantu menciptakan generasi manusia yang lebih unggul. Namun, banyak pihak juga mengkritik ide tersebut karena menimbulkan persoalan etika serius, terutama jika diterapkan tanpa batasan.

Ketertarikan Epstein pada konsep ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ambisinya semata eksperimen ilmiah, atau bagian dari upaya membangun warisan genetik pribadi?

Misteri yang Belum Terjawab

Publikasi arsip terbaru kembali membuka diskusi panjang mengenai sisi tersembunyi kehidupan Jeffrey Epstein. Meski ia telah meninggal dunia pada 2019 saat berada dalam tahanan, berbagai pertanyaan tentang aktivitasnya belum sepenuhnya terjawab.

Banyak pihak menilai masih ada informasi penting yang belum terungkap, terutama terkait hubungan Epstein dengan tokoh berpengaruh serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Keterbatasan detail dalam beberapa dokumen juga membuat spekulasi terus berkembang. Tidak sedikit yang berharap pembukaan arsip lanjutan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kasus yang selama bertahun-tahun mengguncang dunia ini.

Mengapa Pembukaan Arsip Penting?

Transparansi dalam kasus besar seperti Epstein dinilai penting untuk mengungkap kebenaran sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Dengan membuka arsip, otoritas memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami skala kasus secara lebih menyeluruh.

Baca Juga :  Menteri Dukung Presiden Prabowo di Tengah Gelombang Demonstrasi dan Isu Mafia Migas

Selain itu, langkah ini juga dapat membantu penegak hukum mengidentifikasi kemungkinan fakta baru atau pihak lain yang mungkin terlibat.

Para pengamat menilai bahwa setiap dokumen yang dirilis berpotensi menjadi kepingan penting dalam menyusun gambaran utuh tentang kehidupan Epstein—mulai dari kekuasaan, kekayaan, hingga kontroversi yang mengitarinya.

Sorotan Global Kembali Menguat

Kembalinya nama Jeffrey Epstein ke pemberitaan internasional menunjukkan bahwa kasus ini belum benar-benar selesai di mata publik. Setiap informasi baru selalu memicu perhatian luas karena skandal tersebut menyentuh banyak aspek, mulai dari hukum hingga moralitas.

Obsesi reproduksi yang terungkap dalam arsip terbaru semakin memperkuat persepsi bahwa Epstein bukan hanya figur kontroversial, tetapi juga sosok dengan ambisi yang sulit dipahami.

Pada akhirnya, pembukaan arsip ini menjadi pengingat bahwa masih banyak teka-teki yang menyelimuti kehidupan Jeffrey Epstein. Dunia kini menunggu apakah akan ada pengungkapan lanjutan yang mampu menjawab pertanyaan besar tentang siapa Epstein sebenarnya—dan seberapa jauh pengaruhnya pernah menjangkau.