Sepanjang 2025, Tambahan Kasus HIV/AIDS di Pati Sentuh Angka 272

Pati, Patitimes.com – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pati tercatat penambahan 272 kasus baru sepanjang Januari hingga Oktober 2022. Sementara, sebanyak 33 penderita meninggal dunia di periode yang sama.

Sebaran kasus HIV/AIDS tersebut berada di 21 kecamatan, di lebih dari 300 desa yang ada di Kabupaten Pati. Penderitanya didominasi usia produktif, namun juga ada kelompok balita, remaja, hingga lanjut usia.

Menilik data ini, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menekankan upaya penanggulangan HIV/AIDS agar lebih masif. Ia menyebut, hal ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan kolektif atau bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Tentunya perkembangan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Pati menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus dapat kita selesaikan bersama. Kita tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan sinergitas, kolaborasi dari seluruh elemen serta partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya saat menghadiri acara Hari AIDS Sedunia Tahun 2025 yang digelar di Ruang Pragola Setda Kabupaten Pati.

Baca Juga :  Pesan Lingkungan di Balik Pentas Wayang Sampah di Desa Bakaran Wetan

Pihaknya terus mendorong kerja sama lintas sektoral untuk menekan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Pati. Saat ini, sudah banyak lembaga yang berkontribusi dalam penyediaan layanan kesehatan, maupun memberikan dukungan moril bagi para penderita HIV/AIDS.

“Besar harapan saya kerja sama lintas sektoral yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan ke depan, dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai mediator edukasi dan perubahan perilaku,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Pihaknya juga berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi penderita HIV/AIDS yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Melalui tema ini kita ingin mengajak seluruh pihak yang terkait untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan mempercepat transformasi layanan HIV agar lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Terus Upayakan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, sejak tahun 1996 hingga Oktober 2025 telah ditemukan sebanyak 3.257 kasus HIV dan AIDS, dengan 553 penderita meninggal dunia. (*)