Semarang, Patitimes.com – Terungkap alasan WNA Tiongkok mengamuk usai terlibat kecelakaan di Jalan Abdulrahman Saleh, Semarang Barat. WNA bernama Wu Lili itu disebut panik saat tasnya akan diamankan, sementara dirinya tidak mengerti Bahasa Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi. Ia juga membantah informasi bahwa yang bersangkutan dalam kondisi mabuk saat berkendara, karena berdasarkan hasil pemeriksaan, Wu Lili tidak dalam pengaruh alkohol.
“Hasil dari rumah sakit negatif (alkohol). Bukan (mabuk), (tapi) karena tasnya mau diamankan seseorang. Dia tidak bisa bahasa Indonesia, tidak paham dan panik,” kata Yunaldi, Minggu (7/12/2025), dikutip Detik.
Terkait kasus kecelakaan yang mengakibatkan satu orang tewas, kini sudah naik ke tahap penyidikan. Meski demikian, sampai saat ini, pihak kepolisian belum menahan Wu Lili. Pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak kedutaan dan imigrasi terkait hal tersebut.
“Tergantung situasi penyidik yang memutuskan (penahanan). Jika memang perlu ditahan, ditahan. Tapi kita harus hati-hati karena itu kan orang asing,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang WNA asal China mengamuk di Jalan Abdulrahmansaleh, Kecamatan Semarang Barat. WNA Tiongkok tersebut diduga habis mengalami kecelakaan, menyebabkan seorang pengendara motor tewas.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita menjelaskan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (3/12/2025) malam sekitar pukul 22.15 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan bermotor.
Di antaranya mobil Hyundai warna putih yang dikendarai Wu Lili, motor Beat warna hitam dikendarai oleh Putri (23), serta motor PCX warna merah dikendarai Mei (18).
“Kecelakaan di Jalan Abdulrahmansaleh di dekat Burjo Kota 02, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang,” kata Novita, dikutip Detik.
Kecelakaan bermula saat mobil melaju dari selatan ke utara atau dari Jalan Suratmo ke Jalan Kalibanteng. Namun, mobil tersebut oleng ke kenan, sehingga menimpa dua motor lainnya. Akibat kecelakaan tersebut, korban pengendara motor Beat meninggal dunia.
“Pengemudi Hyundai bernama Wu Lili. WNA asal China. Pengendara PCX bernama Mei RD (18). Pengendara Beat bernama Putri DT (23), asal Kecamatan Barat, meninggal dunia,” terang Novita.
“Pengendara Beat meninggal dunia, mengalami luka pada dada. Meninggal dalam perawatan di RS Samsoe Hidajat, Kota Semarang,” lanjutnya. (*)
Redaksi Patitimes.com


















