Demak, Patitimes.com – Bocah berusia 7 tahun yang hanyut di aliran Sungai Kalijajar, Demak, beberapa waktu lalu, ditemukan tewas.
Sebelumnya, korban inisial ASSR (7) dikabarkan terperosok lubang jembatan besi bekas rel lalu jatuh ke sungai di bawahnya pada Selasa (25/11/2025) malam. Saat itu, korban sedang melintasi area tersebut setelah mengaji di masjid.
Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo menyebutkan, jasad ASSR ditemukan Rabu (26/11/2025) pada pukul 16.45 WIB. Penemuan jasad bocah tersebut terjadi di sekitar setengah kilometer dari titik awal korban tenggelam.
“Pukul 16.45 korban diketemukan di dekat Jembatan Betengan, Kelurahan Bintoro berjarak 500 meter dari TKP,” kata Rudi, Rabu (26/11/2025), dikutip Detik.
Upaya pencarian korban melibatkan Tim SAR gabungan dengan personel mencapai 50 orang. Prosesnya dilakukan dengan membagi relawan ke beberapa titik. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi mengambang dan dinyatakan meninggal karena tenggelam.
“Ada 50-an relawan. Banyak sekali, bahkan dari Karanganyar ada, Dempet ada, banyak sekali tadi yang ikut membantu bergabung untuk mencari korban,” jelas Rudi.
“Kita sebar di beberapa titik mulai dari TKP, Jembatan Betengan, Jembatan Kracakaan, Jembatan Betokan, Jembatan Poncoharjo sampai ke Bendung Mbonang,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak di Kecamatan Demak, inisial ASSR (7) terseret arus Sungai Kalijajar usai jatuh saat menyeberangi jembatan bekas rel kereta api. Jembatan bermaterial besi tersebut merupakan salah satu akses jalan Kelurahan Demak-Bintoro.
Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/11/2025) malam. Saat kejadian, korban diketahui baru pulang mengaji bersama dua kakaknya, yakni FNZ (17) dan AAZ (12).
“Sekitar pukul 19.00 WIB, korban pulang mengaji dari Kadilangu ke rumahnya di Kampung Domenggalan, Bintoro,” kata Rudi, Rabu (26/11/2025), dikutip Detik.
Menurut keterangannya, korban diduga terperosok dan jatuh ke sungai karena kondisi lokasi yang minim penerangan dan ada bagian jembatan yang berlubang. Sementara itu, sungai di bawahnya juga memiliki arus yang cukup deras.
“Akses tercepat (untuk sampai ke rumah) itu melewati jembatan darurat bekas jembatan rel kereta api. Saat korban bersama kakaknya melintas sambil menuntun sepeda ontel, korban terperosok karena kondisi gelap dan ada papan jembatan yang berlubang,” ujar Rudi.
“Memang arusnya lumayan deras. Apalagi karakter Sungai Jajar itu walaupun di atasnya aliran agak tenang, tapi di dalam itu deras, sehingga korban langsung hanyut,” tambahnya. (*)
Redaksi Patitimes.com


















