Pati, Patitimes.com – Pihak keluarga korban dugaan penganiayaan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pati menyebut isu korban jatuh dari tangga merupakan rekayasa pihak sekolah demi situasi kondusif.
Hal tersebut disampaikan saat audiensi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati, Selasa (20/10/2026) sore. Audiensi itu turut dihadiri oleh Komisi D DPRD Pati, Kepala SRT 1 Kabupaten Pati, hingga Dinsosp3akb Pati.
“Terkait dengan isu yang berkembang jatuh dari tangga dan sebagainya tadi sudah terjawab bahwa itu memang salah satu rekayasa dari sekolah supaya biar sekolahnya kondusif,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo.
Meski ditujukan untuk menjaga kondusivitas lingkungan sekolah, DPRD Kabupaten Pati tidak membenarkan adanya kebenaran yang terkesan ditutup-tutupi. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai tidak mendidik.
Lebih lanjut, Komisi D akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SRT 1 Kabupaten Pati atas izin Ketua DPRD Pati. Hal tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, serta mencari tahu kronologi kejadiannya.
“Tetapi tidak semata-mata kita betulkan karena ini tidak baik. Ini tidak bisa mendidik, sehingga insyaallah kami kamis pagi, saya izin ketua DPRD nanti akan sidak ke lokasi melihat kondisinya seperti apa, kejadiannya seperti apa,” terangnya.
Pihaknya telah minta penjelasan dari rumah sakit, Dinsosp3akb, Kepala SRT 1 Kabupaten Pati, dan korban, guna melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Lebih lanjut, Teguh Bandang meminta ada pembenahan di sejumlah aspek agar kasus serupa tidak terjadi kembali. Salah satunya, yakni dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga pendidiknya.
Untuk saat ini, korban tidak melanjutkan pendidikan di SRT 1 Kabupaten Pati. Pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pati untuk mencarikan sekolah yang lain agar korban tetap bisa menempuh pendidikan formal.
“Kami hari ini akan fokus bagaimana anak ini bisa sehat kembali dan bisa sekolah kembali. Karena anak ini tidak mau sekolah kembali lagi ke SR sehingga sekolahnya akan kita carikan lewat Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban berinisial D, siswa SRT 1 Kabupaten Pati, diduga dikeroyok oleh 14 temannya sendiri pada Selasa (29/09/2026) pukul 18.45 WIB dan 20.30 WIB. Kejadian itu berawal setelah korban dituding mencuri sabun wajah. (*)


















