Semarang, Patitimes.com – Seorang remaja perempuan di Kecamatan Mijen, Kota Sematang, inisial FMN (16), hanyut di sungai saat pulang sekolah. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan tewas pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo menyebutkan, korban terseret arus Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen pada Selasa (10/2/2026). Jasadnya baru ditemukan di Sungai Cepoko pada pagi harinya, sekitar pukul 06.00 WIB.
“Ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh (relawan) Banser yang sedang menyisir,” kata dia, Rabu (11/2/2026), dikutip Detik.
Diketahui, FMN merupakan warga Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, yang bersekolah di salah satu SMA di Kota Semarang. Pihak keluarga awalnya curiga korban belum pulang ke rumah hingga malam hari.
Keluarga korban kemudian melakukan penelusuran keberadaan korban dengan melihat rekaman CCTV di Pos Kamling RT 2 RW 2 Karangmalang. Berdasarkan rekaman tersebut, korban terlihat melintas dengan mengendarai sepeda motor menggunakan jas hujan pink.
“Sudah malam kok nggak pulang-pulang, dicari di sekolah, di rumah mbahnya, kok ndak ada. akhirnya minta buka CCTV,” ujar Sutowo.
“Sekitar jam 02.00 WIB keluarga buka CCTV. Sekitar jam 02.30 WIB, pihak keluarga mengenali (dari) mantelnya pink, ‘oh ini putuku cucuku’ kata mbahnya,” lanjut dia.
Menurut keterangan polisi, korban diduga hanyut di sungai yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari rumah korban. Saat korban melintas, air sungai diduga meluap hingga ke jalan, dan arusnya cukup deras.
“Arahnya (sepeda motor) dari titik CCTV ke rumah, dugaannya hanyut ke sungai saat pulang sekolah karena ada arus deras luapan air di jalan samping sungai,” ucap Sutowo.
Evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR gabungan, kemudian jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Sekitar pukul 07.30 WIB, TKP penemuan sudah klir. Jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkas Sutowo.
Sementara itu, di hari yang sama, dua pelajar SMP juga diketahui terseret arus Sungai Karangmalang saat mengendarai motornya. Satu korban berhasil diselamatkan, sementara korban lainnya inisial NE masih dalam pencarian.
Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan upaya pencarian kembali dilanjutkan hari ini sejak pukul 06.30 WIB tadi. Malam sebelumnya, keberadaan NE masih nihil hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 23.00 WIB.
“Untuk upaya pencarian dari kemarin kita dapat laporan setelah maghrib, sekitar jam 19.00 WIB terus kita lakukan upaya pencarian dengan tim SAR gabungan atau relawan lainnya hingga pukul 23.00 WIB semalam namun hasil masih nihil,” kata Moel. (*)
Redaksi Patitimes.com




















