Pati, Patitimes.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal perketat standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Mina Tani.
Hal ini dilakukan dalam merespon insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati usai menyantap menu MBG pada Senin (9/2/2026) siang. Diketahui, menu MBG tersebut berasal dari SPPG Rendole yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa.
“Ini Hari Senin, tadi siang SPPG-nya adalah SPPG di Rendole, yayasannya Yayasan Patriot Bangsa. SPPG ini adalah SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati yang diinisiasi oleh Yayasan Patriot Bangsa,” ujar Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Ia mengatakan, selama beroperasi, SPPG percontohan itu telah menjalankan SOP yang berlaku. Meski demikian, dengan adanya indikasi keracunan ini, pihaknya meminta pihak SPPG juga melakukan evaluasi.
Sampel menu yang diduga memicu gejala sakit perut telah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk dilakukan observasi. Adapun menu yang dimaksud berupa garang asam, tahu, dan tumis labu siam dan wortel.
“Selama ini ya memang SPPG ini sudah melaksanakan SOP-SOP yang sudah berjalan. Nah, kita baru observasi, sampelnya sudah dikirim ke Semarang, tadi menunya adalah ayam, terus tahu dan ada sayuran. Kita belum tahu, makanan mana yang menjadikan adik-adik sekolah ini keracunan,” kata Plt Bupati.
Sebelumnya, puluhan siswa SMKN 4 Pati mengalami sejumlah keluhan seperti mual, pusing, dan muntah. Berdasarkan pemantauan sementara, sebanyak 21 siswa sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara 2 orang lainnya masih menjalani perawatan di RS Keluarga Sehat.
Pemerintah Kabupaten Pati akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para siswa, termasuk biaya perawatan di rumah sakit. Selain itu, ia meminta koordinasi untuk memperketat kembali penerapan SOP di seluruh SPPG di Kabupaten Pati.
“Biaya perawatan pasti Pemerintah Daerah support. Tadi sudah saya informasikan kepada Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk semua SPPG di Kabupaten Pati terkait SOP,” pungkasnya. (*)
Redaksi Patitimes.com


















