Fasum Rusak dan Lahan Pertanian Terendam, Banjir di Pati Sebabkan Kerugian Hingga Ratusan Miliar Rupiah

Pati, Patitimes.com – Bencana banjir di Pati menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah dari kerusakan fasilitas umum (fasum) dan lahan pertanian.

Bupati Sudewo menyebutkan sebanyak 130 fasilitas umum hingga infrastruktur jalan di beberapa lokasi terdampak banjir. Selain itu, lahan persawahan dan dan bawang merah juga terendam hingga mengakibatkan kerugian ekonomis.

“130 fasilitas umum dan lahan persawahan 7.300 hektare (terdampak banjir), kerugian diperkirakan mencapai Rp 54 miliar,” jelas Sudewo, Minggu (18/1/2026), dikutip Detik.

“Bawang merah 66 hektare kerugian Rp 4,5 miliar. Infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana ini diperkirakan sebesar 170 medan, baik itu jalan kabupaten maupun jalan desa maupun poros desa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sungai Widodaren dan Ruko di Desa Ketitangwetan

Sudewo menambahkan, banjir juga menyebabkan jembatan rusak, tanggul jebol, bandung dan tambak ikut terdampak. Masing-masing kerusakan tersebut mencapai Rp16 miliar untuk jembatan rusak, Rp75 miliar untuk tanggul jebol, serta bandung dan tambak sebesar Rp17 miliar.

“Jembatan yang rusak sebesar Rp 16 miliar, tanggul Rp 75 miliar. Bandung Rp 17 miliar,” jelasnya lagi.

Sebanyak 136 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Pati terdampak banjir akibat cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi sejak Jumat (9/1/2026). Atas hal tersebut, Pemkab Pati telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari pada 9-23 Januari 2026.

“Pemkab Pati menetapkan status tanggap darurat bencana yang kami tetapkan 9-23 Januari 2026. Berlaku selama 14 hari,” terang Sudewo.

Baca Juga :  Pemkab Pati Bersiap Jelang Perayaan Nataru, Mulai dari Kamtibmas Hingga Kesehatan

Dari ratusan desa terdampak, sebanyak 20.104 rumah terendam banjir. Menurut data sementara, ada dua korban jiwa akibat banjir di Pati, meski belum diketahui detail mengenai korban.

“Bencana ini yang terdampak 12 kecamatan 136 desa, 61.606 warga, 20.104 rumah, 2 korban jiwa meninggal dunia,” lanjut dia. (*)