Armada BRT Trans Semarang Tawang-Cangkiran Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik

Semarang, Patitimes.com – Satu armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terbakar di Jalan Raya Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Minggu (2/11/2025) sore. Saat kejadian, bus koridor IV tersebut sedang melakukan perjalanan dari Semarang Tawang ke Cangkiran.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan, semua penumpang berhasil diselamatkan, sehingga tidak ada korban jiwa. Menurut dugaan, kebakaran terjadi dipicu karena korsleting listrik.

“Kronologinya terjadi di tanjakan Silayur, tepatnya pada trip ketujuh. Penyebab awal (kebakaran) diduga karena korsleting ampere pada sistem kelistrikan,” ujar Haris, Minggu (2/11/25) malam, dikutip Detik.

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang langsung kami oper ke armada selanjutnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Sosok Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan di Kebun Warga Kudus

Bus diduga mengalami overheat saat melintasi tanjakan Silayur hingga terjadi korsleting. Sementara, saat ini bus yang terbakar tersebut sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Kami ingin memastikan apakah benar penyebabnya korsleting ampere atau ada faktor lain,” jelasnya.

Pengemudi bus, Dadang mengatakan bahwa api sempat muncul dari bagian bawah bus, kemudian menyambar selang freon AC. Setelah menyadari adanya kepulan asap, pihaknya langsung menghentikan laju kendaraannya.

“Pertama mungkin korslet dari dinamo ampere mesin, terus kena freon AC akhire nyembur keluar api,” kata Dadang.

“Penumpang langsung diturunkan, saya langsung cari titik apinya yang pertama itu di ampere mesin mungkin ndak kerja optimal atau ada korslet. Posisinya pas di samping dalam roda kanan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Semarang dalam Proses Legalisasi Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari Tembalang

Setelah penumpang diturunkan, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). (*)